Sabtu, 02 November 2013

Rumbling Babbling Episode 6: Love and Learn

Selama kehidupan saya,kalau 'hati' saya diibaratkan liver, mungkin sudah banyak nekrosisnya. Sudah terlalu banyak parut dan jaringan yang tidak teroksigenisasi. Dan ujian dalam minggu ini,mungkin toksin dosis besar terakhir yg menyebabkan sirosis tahap akhir.

Kalau saya hadir, seperti menoreh luka lama yang sudah mengering, lalu dikasi perasan jeruk nipis.
Tapi,
Dengan hadirnya saya, saya bisa belajar ikhlas.
Dengan hadirnya saya, saya bisa belajar berbesar hati.
Dengan hadirnya saya, saya bisa belajar menerima takdir.
Dengan hadirnya saya, saya bisa belajar ikut berbahagia saat dia berbahagia.
Dengan hadirnya saya, saya bisa belajar memberikan jatah sinar terakhir untuknya dari relung hati saya.
Dengan hadirnya saya, saya bisa belajar untuk benar2 menutup buku dan mengakhirinya dengan akhir yang baik.

Loving and learning...
Bersiap menerima 'hati' baru.. Hati yang tanpa luka dan diberikan dengan ikhlas disertai komitmen.

Betapa Allah memberikan masing2 hambanya ujian dan pembelajaran yang unik ya?
Sanggupkah kita melaluinya?

#kepikiran sejak perjalanan pulang dari Bromo, diselesaikan setelah sampai di rumah#



Rabu, 17 Oktober 2012

Rumbling Babbling Episode 5: Trauma





Cerita berawal tadi malam sewaktu pulang dari menjemput Ria les bareng mami. Pas lewat perlintasan kereta, tiba-tiba ada 3 motor yang nyilang arah dari depan. Salah satunya hampir nyerempet mobil. Kaget, jadinya ngerem mendadak. Tapi sialnya, karna berhenti di tengah rel, mobilku langsung mati. Di starter berulang-ulang, ga mau hidup, padahal ada kereta mau lewat. Panik, akhirnya mobil didorong mundur, dibantu sama tukang becak yang mangkal di sana. Alhamdulillah, kereta lewat dengan jarak yang nyaris, dan semua selamat. 
Ada 3 hal yang teringat akibat 'nearly death experience' tadi malam:
1. Pengendara motor ugal-ugalan yang nyaris membahayakan nyawa 3 orang di mobil, semoga menerima pelajaran dan disadarkan.
2. Tukang becak yang membantu saat kami panik, semoga diberi pahala oleh Allah dan dimudahkan rezekinya.
3. Pengendara motor yang ga punya empati, saat orang susah dan panik, bukannya membantu, tapi malah neriakin, trus ngeloyor aja, semoga diampuni dosanya. Karena terus terang, saya masih ga ikhlas diteriakin. Insiden itu bukan salah saya. Kalau memang ga ingin membantu, diem aja. Ga perlu teriak.
Gara-gara kejadian itu, mami langsung lemes. Pas nyampe di rumah, semua masih syok dan trauma. Ga bisa tidur, karna kepikiran terus. Di jalan menuju kampus, pas ngelewatin rel, langsung terdengar suara sirine palang kereta imajiner, padahal kenyataannya ga ada suara sirine. Ngeliat motor yang ugal-ugalan, nyilang-nyilang, langsung paranoid. Begitu juga pas pulang. Deg-degan aja pas nyetir. 
Trauma.
Semoga Allah membantuku cepat lepas dari trauma ini. Aamiin..

Minggu, 12 Agustus 2012

Rumbling Babbling Episode 4: Curiosity In Silence

His Point of View (POV)
It has been twenty three days since our last conversation. Last week, I was in duty in another city. I haven’t told her about it yet. I only updated my status in my social network. I hope she noticed it. I wonder, how is she doing now?

Her POV
So, again and again, it’s only me who considers him as my man. For him, I’m just another friend of him. I always let him know for every single moment of my life but he doesn't. . What does he expect me to be? Be the first knowing by stalking his recent status update? I wonder, how difficult to him to send me simple message as “hi, I’m in ABC city now”? If only he had sent me that simple message, I would have ended this awkward silent.

Conclusion:
Why is this life so complicated ?
Missing someone? Call
Wanna meet up? Invite
Wanna be understood? Explain
Have question? Ask
Don’t like something? Say it
Like something? State it
Want something? Ask it
Love someone? Tell it
Let down your ego and stubbornness. Clear this misunderstanding. Be simple and happy.

Thanks to my beta reader: dr.Elpen F. 
To my dear, you know who you are, please be happy :)

Woman


A wise man writes in his blog:


“Woman always gives more to her man”


If you give her house, she will give you warmth in your home
If you give her rice, she will give you a plate of warm meal in return
If you give her LOVE, she will give you devotion for the rest of her life
But if you give her BETRAYAL, she will give you prayer in her sorrow tears, and that’s mean prepare yourself for million of MISFORTUNES.
If you pray and you believe that she is your lost rib, accept her not as a perfect woman, but as the best woman.
The best woman from God is not the one who never make mistake, but the one who always say “forgive me” for every mistake she made, and she has a lot of forgiveness for your mistakes.
The one who accepts your past and want to built her future with you.
The one who always worry and lose her mind when you didn’t give her message.
The one who gives positive effect in your life. The one who reminds you of God.
The one who makes you feel grateful when failure comes to your life.
The one who never forget to whisper your name in her prayer..

English translation by Dina Ratna
A lot of thanks to Kak Meri who shares this in Group and my beta reader: dr.Elpen F.

Wanita


Dapat dari grup BBM, bagus buat di share...
Seorang bijak dalam blognya berkata:
“Wanita selalu mengembalikan lebih untuk pria”
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu
Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya
Tapi jika kau memberinya PENGKHIANATAN, ia akan memberimu doa dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta KEMALANGAN.
Jika kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari Tuhan bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan dia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalumu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu
Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan Tuhan.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya.

Credit to Kak Meri yang nge-post di grup, dan siapapun penulis aslinya.