Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2016

(Challenge : One Day One Post) Day 3 of 100 Days : First Trip to Toroan Beach and Waterfall, Madura

Kali ini pingin cerita waktu ngebolang ke Madura. Perjalanan kali ini bener2 berkesan banget.
Pertama kali nyetir 3 jam non-stop Surabaya - Pantai Toroan, Madura,  6 jam pulang pergi, modal nekat dan Google Maps.
Pertama kali ngerasain nyetir off road,  ngelewatin jalan purba yg cuma bebatuan,  belum di aspal,  ngebelah kebun dan sawah,  cuma cukup utk 1 jalur mobil, karna percaya ama Google Maps untuk menghindari macet.
Panik maksimal pas tanjakan dan mobil berhenti trus mundur di turunan. Alhamdulillah Allah masih sayang.. Di belakang cuma ada ibu2 yg jalan dan di depan ada mobil pick-up.
Lega luar biasa pas kembali ke peradaban dan pantai ada di depan mata.
Tapi semua terbayar..
Pantai Toroan bagus banget..
Air terjun yg ada di pinggir pantai,  dgn warna laut yg biru-hijau.. Keren banget. Pemandangannya cocok buat foto2.. Tapi sayang,  kayaknya kurang cocok utk mandi2..
Sekedar tips aja,  untuk ke air terjunnya,  ga ada penunjuk jalan.  Cuma bisa ngandelin Google Maps. Kalo bawa mobil,  parkir nya di pinggir jalan.  Untuk sampai ke air terjunnya,  turun dulu ke jalan setapak yg ada di sebelah jembatan. Kalo bawa motor,  bisa melewati jalan setapak ini.
Pantai ini belum dikomersilkan,  blm ada pengelolaan dari pemerintah setempat,  jd pas ke sana kemarin ga harus bayar tiket masuk.
PS: tempat wisata bagus,  mari kita jaga bersama ya..  Jgn jadi cabe-cabe alay yang demi selfie akhirnya merusak. Oh ya,  karna pantai ini blm dikelola,  kalau berkunjung dan bawa makanan,  jangan lupa sampahnya dibawa balik ya.. Jangan dibuang sembarangan.. Sayang banget kalo sampai pantainya kotor. Kalo pantainya jd jelek krn banyak yg buang sampah sembarangan,  yg rugi kan kita juga. Mau selfie tp kok kotor.  Setuju?

Senin, 04 Juli 2011

Outbond Story of Pharmacy Crew to Bukit Naang,Bangkinang


Minggu, 3 Juli 2011

Jadi, kronologisnya begini..

Mami kita dalam acara ini, Bu Ina Apt sudah meng-sms jam 6.45 pagi agar jangan telat ngumpul di Induk jam 8 pagi. Kalo bisa, 15 menit sebelumnya sudah ngumpul. Tapi tampaknya, jam yang berlaku adalah jam ceklokan (yang nelat abis), jadilah kami berangkat jam 1/2 9.

Kami berangkat dgn 3 mobil. Mobil 1, berisi ane, Bangun, kak Mimi, Nora, Kak Lia, Bang Deri dan Bang Agus. Mobil 2 berisi Bu Ina, Yoki, Ijah, kak Fir, Abi dan Ari. Mobil 3 berisi Neng, Lesti, Kak Eli War, Agnes, kak Em, Sisil, Andre, dan 1 lagi abang2 yang pake baju item (saya lupa namanya, maafkan saya). Stelah perbekalan lengkap (termasuk kak Eli War yang sudah membawa senjata utk melawan harimau, akibat adanya informasi menyesatkan dari ayahnya Zhivi),berangkatlah kami ke tujuan.

Selama perjalanan, mobil 1 yang dikendarai ala supir Medan (maap2), terdengarlah lagu2 unik, OST Power Ranger, House Music Minang, House Music Batak, disamping lagu2 ajeb2 barat dan Indo. Karaokeanlah kami di jalan, ato ngakak2 denger lirik lagu2 aneh itu (entah darimana lah dapet tu lagu).Untuk mobil 2 & 3, maap saya ga tau keadaan di sana, hehehhe...

Sesampainya di tempat tujuan, Bu Ina lah yang ngurus2 tiket dll. Karena datengnya telat, nyampe skitar jam 1/2 11, kami nunggu giliran 1 1/2 jam utk ronde berikutnya. Slama nunggu, bisa diliat gmana 1 keliling Treetop nya. Tikar di gelar, camilan dihidangkan, Kak Eli War beli nasi bungkus.Kak Mimi dan Bangun yang daripada bengong, ngantri di arena balap (benarkah saya?). Ijah, Yoki, Nora dan Bu Ina, menuju panggung hiburan utk karokean, tp tampak gagal karna pemain musiknya mau istirahat (betul?).Selebihnya, berfoto2 (tolong fotonya segera di upload, Bu ^__^V). Kak EE yang datang kemudian skeluarga, bergabung dgn rombongan.

Setelah menunggu, tibalah giliran kami. Sebelum naik ke pohon2nya, diberi pengarahan dulu oleh petugasnya, supaya aman slama di atas.Naik lah kami. Ngantri, seperti biasa. Flying fox 2 kali, titian tali, tangga, gentong yang digantung, 1 ronde. Ronde berikutnya, ayunan tarzan, titian tali, tangga, flying fox 2 kali juga. Tapi yang ronde 2 ini, lebih tinggi pohonnya. Bener2 uji nyali. Ijah ngeri, bertiup angin kencang pas di atas. Saya ngeri, takut jatuh. Memang uji nyali banget lah. Bisa dianalogikan perjalanan hidup juga tu. Untuk mencapai posisi puncak, banyak rintangan yang harus dilalui.Makin tinggi puncak, makin kencang angin berhembus. Butuh kebulatan tekad menuju posisi akhir,menghadapi ketakutan baik dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan (jd inget, hampir aja td nyerah mau turun sebelum nyampe ke paling atas).Dan kalo kita udah di paling atas, ga ada jalan lain, kecuali turun.Betul?

Selama outbond, tampak ada benih2 cinta yang muncul (ceilee..).. Paling ngga, ada 2 pasang lah yang saya tau. 1 tampak kentara (iya kan Kak Em?hihihihi), yang 1 lagi, mobil 1 yang tau (hahahhaha..pede bener. yg lain tau ga ya?). Bagus2..Saya sangat mendukung!Biar bertambah keluarga kru Farmasi, tul?

Uda puas main, makan, saatnya pulang. Di mobil 1 kembali berputar lagu2 aneh, OST Wiro Sableng,Power Ranger, Minang, Batak, Barat dan Indo. Di jalan, sempat pula dihalangi jalannya oleh sekumpulan kerbau. Sampai di Danau, beli oleh2 khas, Lapek Bugih. Enaaak.. Pulang, mampir dulu ke RSAB ngasi oleh2. Habis itu, kembali ke rumah masing2.

Capek, tapi menyenangkan. Next time kalo diajak lagi, pingin ikut lagi. Yang belum bisa ikut, ato yang ga jadi ikut, ayo, kalo ada acara gini lagi, ikutan ya..rugi kalo ngga.. rasakan sensasinya, hehehehe..

Sekian laporan dari saya, saatnya beristirahat.


Senin, 21 Desember 2009

Istana Siak

Istana Siak merupakan salah satu peninggalan sejarah yang jadi kebanggan masyarakat Riau.Peninggalan lainnya yang terkenal adalah Mesjid Penyengat di Kepulauan Riau dan Candi Muara Takus di kabupaten Kampar.Dina udah pernah ke 2 tempat ini,jadi rasa penasarannya tinggal ke Istana Siak ini. Sesuai namanya,Istana Siak adalah peninggalan kerajaan Siak yang letaknya di kabupaten Siak di tepi sungai Siak. Sungai Siak adalah sungai yang lumayan besar karna lebar dan dalam. Untuk menuju Siak, dari Pekanbaru dina naik speedboat kecil (muatannya sekitar 40 org). Perjalanannya menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Pas dina di speedboat itu lumayan ada yg dina liat. Ada kapal tanker (gede2 ukurannya) yg bawa minyak ato kayu,pabrik pulp,rumah2 panggung di pinggir sungai,pemancing, ama hutan2.Oia,ada juga jembatan siak.Bentuknya mirip kayak jembatan Barelang yang ada di Batam. Klo ga tau bentuk jembatan Barelang kayak apa,bayangin jembatan yg di San Fransisco, tp lebih kecil dan warnanya ga merah,hehehe….Karena ada jembatan ini, perjalanan ke Siak bisa ditempuh lewat jalan darat sekarang.
Pas dina nyampe di pelabuhannya,dina ngliat ada bangunan khas Melayu pas di tepi sungai.Tapi lagi dipugar kayaknya,jadi turis ga boleh masuk. Jadi tujuannya waktu itu langsung ke Istana Siak.Dari pelabuhan,dina naik becak.Ternyata tempatnya deket dengan pelabuhan,bisa ditempuh dengan jalan kaki.Tapi berhubung baru kunjungan pertama,ga tau jalan,jadi naik becak deh.
Akhirnya,nyampe juga ke Istana Siak.Klo diliat bentuknya,kayak bukan Istana kerajaan kuno gitu ya.Emang bukan istana kuno sih.Istana ini dibangun tahun 1800-an, oleh raja ke 10, Sultan Syarif Qasim I, dan digunakan sampe raja ke 12, Sultan Syarif Qasim II. Pas itu udah ada kompeni(hehehe) Belanda,jadi kayak terpengaruh jaman modern. Di belakang bangunan utama,ada bangunan lain yang fungsinya sbg kamar tidur raja dan pangeran2 dan putri2nya.Tapi sayangnya bangunan itu juga lagi dipugar.
Isi istananya lumayan bikin dina berkesan. Ada alat2 makan yang pinggirnya dilapisin emas dan ada cap kerajaannya,kursi&meja kristal,singgasana,replika mahkota (yang aslinya disimpen di Museum Gajah di Jakarta),foto2,bagan silsilah kerajaan,cermin seribu wajah (punyanya permaisuri),keramik2 Cina dr dinasti Ming,senjata2,souvenir2 dr kerajaan lain (Belanda,Inggris,Yogyakarta,Minangkabau,dll), dll.
Dina juga terkesan karna di Istana ini juga ada alat pemain musik klasik yang katanya cuma ada 2 di dunia,satu di milik raja Siak,satu lagi di Eropa.Selain itu,juga ada semacam rompi anti peluru. Tapi rompi ini ga kaya rompi anti peluru jaman sekarang,tebel. Klo sekilas diliat,rompi ini kayak baju biasa.Tipis,dari selembar kain,tapi ada tulisan arabnya.Berhubung kompeni ga bisa bahasa arab,jadi mereka ga tau fungsi ni kain buat apa,hehehehe….Oia,ada lagi.Di dinding2 istana ini bagian atasnya dipasang patung2 anjing yang lagi ngengigit kelinci.Itu simbol penjajah Belanda yang lagi ngejajah Indonesia(mungkin dalam kasus ini,pada masa itu yg dimaksud kerajaan Siak). Di dinding2 istana ini juga banyak dipasang cermin2 gede.mungkin biar kesannya lebih luas kali ya..
Istana ini udah ga dihuni keturunan raja lagi,karna emang garis keturunan rajanya habis di raja ke 12, Sultan Syarif Qasim II. Sultan ini adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara. Knapa bukan kakaknya yang jadi raja?Unik memang,karna tidak seperti kerajaan lain,kerajaan Siak tidak memilih rajanya berdasarkan urutan kelahiran,tapi berdasarkan kemampuannya. Dan yang bikin salut,Sultan ini diangkat jadi raja dalam usia muda,14 tahun.Tapi sayang,walaupun punya 4 istri,ga ada satupun yang memberi dia anak. Dan kayaknya dia juga sayang banget ama permaisurinya yang pertama.Banyak foto2 mereka berdua.Permaisurinya yang pertama itu cantik banget, dan sayangnya meninggal dalam usia muda. Karna udah ga ada pewaris kerajaan lagi,makanya smua harta milik kerajaan disumbangkan ke Republik Indonesia untuk digunakan sebagai modal perjuangan. Dengan begitu, berakhir deh sejarah kerajaan Siak.Ada lho surat penyerahannya ama foto sultan waktu salaman ama presiden Soekarno.
Setelah puas keliling,akhirnya dina dijemput ama anak buah papa dina. Mulai saat itu,jalan2nya jadi naik mobil deh. Dari Istana Siak,rute dilanjutkan ke Mesjid Agungnya. Mesjidnya khas kerajaan Melayu,kubah bulat,warna dominan emas dan hijau. Di sebelah mesjid ada makam keluarga raja2nya. Dina nyempetin ziarah ke sana . Anehnya,di samping makam Sultan Syarif Qasim II cuma ada makam 2 istrinya, istri pertama dan terakhirnya.Istri ke 2 dan ke 3 nya ga ikut dimakamkan di sana karna diceraikan oleh raja.
Setelah dari mesjid agung, perjalanan dilanjutkan melihat2 bangunan2 pemerintah yang ada di sana.Mulai dari kantor gubernur,rumah gubernur,rumah ketua dan anggota DPRD,dan kantor2 departemen lainnya. Klo diliat,ternyata kabupaten Siak ini kabupaten yang sangat kaya sekali. Saking kayanya,kayaknya sampe bingung uang pendapatan daerahnya mo dipake buat apa lagi.Bangunan2 pemerintahannya itu lho,gede2 , bagus2 dan luas2 banget. Jalannya mulus2. Rumah2 penduduknya kebanyakan berhalaman luas. Bahkan sampe Balai Adatnya besarnya ngelebihi istana Siak itu sendiri.Dina juga ngliat Kantor DPRD nya. Gede banget dan ada di seberang sungai, berhadapan ama kantor Gubernur. Ternyata jembatan Siak itu dibangun utk menghubungkan 2 kantor itu. Soalnya pegawai masing2 kantor yang kebetulan tinggalnya berseberangan dengan kantornya terpaksa pergi kerja naik perahu utk nyebrang sungai.padahal klo dina liat,mereka termasuk makmur lho.banyak mobil2 mentereng yang di parkir deket pelabuhan penyebrangan.
Oia, ada lagi. Di sepanjang pinggir sungai di kabupaten ini dibangun taman2 yg nyaman banget utk rekreasi.Klo ke sana jadi inget wkt di Singapura.Bersih.Udah deh,abis tu dina balik lagi ke pelabuhan utk pulang ke pekanbaru.
Ada yang bertanya2 ga sih,klo Istana Siak dibangun oleh raja ke 10,kira2 raja2 sebelumnya tinggal dimana ya?Ternyata mereka tinggal di Istana di tepi sungai yang dina sebutin di awal tadi lho.Bangunannya itu lho,dari kayu,jadi mungkin rajanya mikir rada rentan tinggal di sana kali ya.Jadinya,setelah raja pindah ke istana yang baru,istana yang lama itu beralih fungsi sbg Balai Pertemuan. Berarti Pemerintah Daerahnya yang sekarang boros banget ya,udah ada Balai Pertemuan (yang bekas istana dan otomatis juga tempat pertemuan adat), tapi juga ngebangun Balai Adat.Ngapain juga?Toh fungsinya sama aja.Trus pas perjalanan pulang,dina jadi mikir lagi pas ngliat rumah2 panggung sepanjang perjalanan pulang.Kontras banget ama bangunan megah yang sebelumnya dina liat di bagian tepi sungai yang lainnya.Mungkin ini gara2 otonomi daerah yang getol banget diperjuangkan di Riau ya.Yang satunya bingung karna kebanyakan uang, yang lainnya bingung karna ga punya uang.


Rute Jalan2 ke WBL, Jatim Park dan Kebun Raya Purwodadi

Hohohoho..karna ada request rute jalan2 bagi yang ga punya kendaraan pribadi, ni dina cantumin transportasi ke tujuan wisata berikut:

1. WBL
dari kampus B UNAIR, naik angkot WK (warna kuning-ijo) turun di terminal Osowilangun. Ongkos : 5 ribu.
Di terminal, naik bis "armada sakti" (bis kecil, warna hijau), turun di terminal bis WBL. Ongkos: 9 ribu. Dari terminal, jalan sedikit (500 meter), nyampe deh di WBL. Untuk pulangnya, rutenya sama kok.

2. Jawa Timur Park, Batu
dari terminal bus Bungurasih, naik bis jurusan malang, terminal argosari. Klo naik yang patas, ongkosnya 15 ribu. Dari argosari, naik angkot ADL (warna biru) sampai terminal Landungsari. Ongkos : 3 ribu. Dari landungsari, naik angkot BL (warna ungu) sampai terminal Batu. Ongkos: 3 ribu. Dari terminal, jalan deh, ke Jatim Park. Ada alternatif lain ke Malangnya, naik kereta dari stasiun Gubeng, tapi aku ga tau jadwal brangkat kereta dan biayanya berapa. Ntar turunnya di malang, dan bisa dilanjutkan rutenya naik angkot ADL. Angkotnya lewat stasiun kok.Pulangnya rutenya sama.

3. Kebun Raya Purwodadi
dari terminal bus Bungurasih, naik bis jurusan malang. Klo yang patas, ongkosnya 9 ribu. Ntar bilang aja ke keneknya, kebun raya Purwodadi, ntar di turunin di pintu masuknya kok. Pulangnya rute sama.

So, bagi temen2 yang pingin jalan2, mudah2an ini bisa jadi panduan. Klo rada ga yakin ato tersesat, jangan lupa pepatah " jangan malu bertanya, maka anda tidak akan sesat di jalan". mudah2an selamat sampe tujuan, en, slamat bersenang2 ^^

Note: utk rute: WBL: thanks to Imanda, Purwodadi : thanks to Tanti.