Tampilkan postingan dengan label interest. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label interest. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

Maksud Hati Pingin Choco Lava Cake, Apa Daya Jadi Brownies Kukus

Yak... Akhirnya,  kesampaian juga posting resep.. 
Liat di cookpad resep Choco lava cake yang simpel,  plus sedikit modifikasi,  Voila.. Jadilah brownies kukus..  Haha..
Langsung aja bahan & cara masaknya ya..
Bahan :
2 butir telur
2 sendok makan tepung terigu
2 sendok makan gula pasir
Dark Compound Chocolate 50 g (Kira-kira.. Punya yg 1 kotak isi 250 g,  diambil 1/5 nya)
Susu kental manis coklat 1 sachet
Margarin 2 sendok makan
Vanili secukupnya
Cara masak :
1. Kocok telur + gula sampai berbuih
2. Lelehkan coklat + margarin dengan cara di tim
3. Masukkan tepung terigu + vanili ke adonan (1). Kocok sampai rata. 
4. Masukkan susu kental manis ke adonan (3). Kocok sampai rata. 
5. Masukkan coklat cair (2) ke adonan (4). Kocok sampai rata. 
6. Masukkan ke dalam cetakan kira-kira 3/4 tingginya. 
7. Masukkan ke dalam kukusan yg sudah dipanaskan sebelumnya. Masak selama 10 menit dengan api kecil.

Voila... 
Jadi deh Brownies kukus.. Haha.. 

Mungkin next time ngukusnya lebih sebentar kali ya..  7 menit mungkin?  Biar ada lelehan coklatnya...  

Minggu, 24 Januari 2016

(Challenge : One Day One Post) Day 6 of 100 Days : Never Too Late To Start Anything

Ada kutipan yang intinya bekerjalah di bidang yang kamu cintai,  maka kamu tidak akan merasa sedang bekerja.
Cerita dimulai dari aku yang rasanya sudah kehilangan 'passion'  di bidang yang sekarang dijalani. Mau nyelesein kok males,  ngga diselesein kok sayang,  udah tahap akhir. Tinggal sedikit lagi. Rasanya ngeblank, pingin ada di titik awal,  mulai sesuatu yang baru di tempat yang baru. Pingin banget ninggalin ini semua. Tapi, memulai sesuatu dan tidak diselesaikan, itu bukan tindakan dewasa kan?
Akhirnya,  setelah ngobrol dengan adik,  tercetuslah ide,  knapa ga buat tantangan dalam tantangan?  Terinspirasi lagi,  kali ini dari film 'Julie & Julia' , knapa ga nyoba masak 1 resep per hari,  trus adik yang jadi juri,  trus hasilnya di posting? Daripada postingan di blog ini ga ada manfaatnya,  iya kan?  Paling ngga,  dengan begini ada lagi insting lain yang diasah.
Siap?

Jumat, 22 Januari 2016

(Challenge : One Day One Post) Day 4 of 100 Days : Stress Reliever : Coloring?

Sebelumnya ngeliat postingan mba Dhit di Path,  trus ngeliat bukunya di Toga Mas.  Penasaran deh,  pingin ngebuktiin.  Tapi ternyata,  bukunya mahal,  bos. Jadi deh,  cari alternatif,  minta bantuan mbah Google. Setelah searching, dapet lah beberapa yang menarik,  trus di print.
Kesan setelah mencoba : lebih ke pengalih perhatian kayaknya.  Pas mewarnai itu,  seperti lupa masalah yg ada,  kayak balik ke zaman TK,  problem-free.  Tau-tau, udah 2 jam aja terlewat buat mewarnai. Dan itu bikin ketagihan. Kayak tertantang buat mewarnai gambar lain.
Begitulah..

Btw,  ada yg bisa menganalisa hasilnya?  Misal,  dari penggunaan warna dominan, dari kombinasinya, bisa keliatan ga kondisi mood waktu mewarnai seperti apa? 

Or,  it's just simply I'm lack of sense of art? 

Minggu, 12 Agustus 2012

Woman


A wise man writes in his blog:


“Woman always gives more to her man”


If you give her house, she will give you warmth in your home
If you give her rice, she will give you a plate of warm meal in return
If you give her LOVE, she will give you devotion for the rest of her life
But if you give her BETRAYAL, she will give you prayer in her sorrow tears, and that’s mean prepare yourself for million of MISFORTUNES.
If you pray and you believe that she is your lost rib, accept her not as a perfect woman, but as the best woman.
The best woman from God is not the one who never make mistake, but the one who always say “forgive me” for every mistake she made, and she has a lot of forgiveness for your mistakes.
The one who accepts your past and want to built her future with you.
The one who always worry and lose her mind when you didn’t give her message.
The one who gives positive effect in your life. The one who reminds you of God.
The one who makes you feel grateful when failure comes to your life.
The one who never forget to whisper your name in her prayer..

English translation by Dina Ratna
A lot of thanks to Kak Meri who shares this in Group and my beta reader: dr.Elpen F.

Wanita


Dapat dari grup BBM, bagus buat di share...
Seorang bijak dalam blognya berkata:
“Wanita selalu mengembalikan lebih untuk pria”
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu
Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya
Tapi jika kau memberinya PENGKHIANATAN, ia akan memberimu doa dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu untuk berjuta KEMALANGAN.
Jika kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari Tuhan bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan dia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalumu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu
Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan Tuhan.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya.

Credit to Kak Meri yang nge-post di grup, dan siapapun penulis aslinya.
 

Minggu, 29 April 2012

Rumbling Babbling: Episode 1. Cabe

Ahay... pingin ngoceh. 
Untuk episode pertama ini, cerita tentang tanaman cabeku ya...


Jadi ceritanya dimulai sejak aku resmi tidak menjadi karyawan lagi. Untuk mengisi waktu di rumah, kepikiran menanam cabe. Saat itu, bulan Februari, harga cabe lagi mahal. Jadi, biar ga tergantung banget dengan beli cabe di pasar, muncullah inisiatif menanam sendiri. Karena pekarangan/halaman rumah ga luas, tempat bertanamnya memakai polybag. Benihnya, pakai biji cabe yang ada di rumah. Awalnya deg-degan, tumbuh ga ya? Akhirnya, hari ke-5, terlihat si ijo:



Seneng banget. Semangat jadinya. Si pohon cabe dipindah dari polybag kecil ke polybag yang besar setelah daun ke 4 muncul. Tapi karna kemaren beli polybag besarnya cuma sedikit, ada beberapa pohon yang dibiarkan di polybag kecil. 

Dan ternyata sodara-sodara, walaupun nanemnya bareng, terlihat memang ada kekhasan individu pada cabe. Ada 2 pohon yang memasuki usia 70 hari, sudah mulai berbunga, padahal batangnya ga tinggi. Ada yang sampai sekarang masi keciiil aja. Ada juga yang gampang kena hama, sampai berkali-kali dipotong pucuknya. Padahal, dikasi pupuknya bareng, disiram bareng, biji-biji dari 1 buah cabe. Dan uniknya lagi, 2 pohon cabe yang udah berbunga itu bukan dari polybag besar, tapi dari polybag kecil. Kenapa ya kira-kira?

Selasa, 20 Maret 2012

'Ganti Hati' nya Dahlan Iskan


Siapa yang tidak kenal Pak Dahlan Iskan? Seorang wartawan yang menjadi CEO Jawa Pos, yang lalu diangkat menjadi Dirut PLN lalu menjadi Menteri BUMN? Seorang sosok yang brilian, yang mampu menakhodai "kapal"  yang hampir karam, sehingga menuju kejayaannya? Baru tadi pagi membaca berita beliau mengamuk di pintu tol (link di sini), kemaren baca di koran beliau ga segan naik motor ke bandara di Bandung. Sebelumnya, beliau juga naik kereta api ekonomi, yang kemudian beberapa pembesar juga ikut-ikutan berusaha "tampak" down to earth, but unfortunately, ga berhasil. Bisa kelihatan kok, mana pemimpin yang benar-benar bersahaja dengan yang pura-pura. Good job, Chief!! 

Kembali ke buku. Hari Minggu kemaren baru sempet ke Gramedia. Karna ada buku yang mau dicari sekalian mau beli buku 'Ganti Hati' dan '2 Tangis, Ribuan Tawa' nya Pak Dahlan. Sudah lama pingin beli, cuma baru kesampaian kemaren itu.


Setelah dibaca, kesan saya : AMAZING! Ga nyesel. Gaya bahasanya, tutur katanya ringan, mengalir, diselingi joke-joke yang bikin ngakak tapi juga bisa direnungi. Yang bikin seneng juga, ada foto-fotonya, jadi pembaca bisa tau 'Oh, ini tho liver yang kena sirosis dan kanker' , 'Oh, ini tho yang namanya Prof. Shao' , dll. 


Buku ini menceritakan tentang masa-masa pak Dahlan sebelum transplantasi liver, pas operasi dan saat pemulihan. Pendeskripsiannya bagus, seakan-akan pembaca ikut ada di sana. Karena disinggung juga beberapa nama obat, dan kebetulan saya juga berlatar belakang farmasi, langsung terbayang fisik obatnya. Seperti octreotide, yang terbayang satu nama merek, penyimpanannya dimana, 1 kotak isi berapa. Atau saat disebutkan Three Lumen CVP, langsung kebayang bentuk barangnya. Waktu pak Dahlan mendeskripsikan sesaat setelah sadar dari dibius, saya juga langsung terbayang waktu terakhir saya dibius total. Mirip. 


Ada beberapa hal menarik yang saya ambil setelah membaca buku ini:
1. Betapa manusia sering menomorduakan kesehatan. Saat muda, mengorbankan kesehatan demi kekayaan, saat tua mengorbankan kekayaan demi kesehatan. Pak Dahlan termasuk yang beruntung karena diberi kesempatan kedua oleh Allah SWT. Beliau tidak menyia-nyiakan hal itu dan terus mengoptimalkan usahanya untuk kesejahteraan orang banyak. Talk less, do more.
2. Pada saat Cak Nur meninggal, ada sebagian orang yang menganggap bahwa beliau dimurkai Allah karena wajahnya menghitam. Padahal belum tentu. Orang yang terkena sirosis atau kanker hati memang cenderung menghitam wajahnya. Dan pak Dahlan meluruskan masalah ini.
3.Menuntut ilmu bisa dilakukan dimana saja. Selama menunggu jadwal transplantasi, tiap hari pak Dahlan les bahasa Mandarin : 2 jam pagi, 2 jam siang, 2 jam sore. Beliau juga tidak segan bertanya kepada dokter-dokter dan Profesor-profesor yang merawatnya. Dan ini membuat niat saya untuk mendalami ilmu lebih kuat. Malu dong, sama yang lebih tua #blush#.
4. Di saat-saat terakhir, dimana mungkin kematian yang berdiri di depan pintu kita, hanya kepasrahan yang kita perlukan. Seperti doa Pak Dahlan sebelum masuk ruang operasi : "Tuhan, terserah engkau sajalah! Terjadilah yang harus terjadi. Kalau saya harus mati, matikanlah. Kalau saya harus hidup, hidupkanlah!" Plong. Selesai. Pernah merasakan hal itu juga? Saat kita sudah pasrah, seakan jalan terbuka lebar? Tapi bukan pasrah tanpa usaha lho ya... ^___^
5. Pemimpin yang peduli kepada bawahannya, berhubungan baik dengan teman-temannya, akan selalu didoakan oleh orang-orang yang disayanginya. Tidak perlu di suap. Tidak perlu cari muka. Orang-orang bisa merasakan pancaran ketulusan. Setuju?
6.Terkadang kita juga tidak perlu 'ngoyo banget' dalam hidup. Pasang target jangka pendek yang dapat tercapai, lalu perlahan-lahan meningkat. Terus dan terus. Mengalir seperti air yang deras. Kata Pak Dahlan : "Menangnya orang yang tidak punya cita-cita tinggi sejak awal: hidupnya lebih fleksibel. Oleh karena tidak punya cita-cita, kalau dalam perjalanan menghadapi batu besar, ia akan membelok. Tapi kalau orang yang berpegang teguh pada cita-cita, bertemu batu pun akan ditabrak. Iya kalau batunya yang menggelundung, lha kalau kepalanya yang pecah gimana?" 

Seneng di Indonesia ada sosok seperti ini. Sosok yang sudah sangat langka. Melakukan langkah nyata untuk perbaikan negeri. Ga hanya bisa protes, protes, protes, apalagi sampe dendam kesumat (jadi males kalo inget tokoh pendendam ini, hiiiii...Astaghfirullah). Kalau Pak Dahlan mencalonkan diri menjadi Presiden : I'll definitely vote for you, Chief!!
  
 

Sabtu, 17 Maret 2012

Favourite Quotes of The Month

Ahaaa.. Sudah lama banget ga nulis di blog, padahal buaaanyak banget kejadian sejak Januari kemarin. But I'm sorry dear readers, those are private matters ;)

So, just like the title, I want to share some quotes that I really like and reflected what happen lately.

Here we go....

Mencintaimu adalah bahagia dan sedih; bahagia karena memilikimu dalam kalbu; sedih karena kita sering berpisah  #W.S.Rendra#

Cinta menurutku tak berwarna
Ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya
Ia pun menjadi kuning, biru dan merah sebagaimana kau menginginkannya
Cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
Tentang kejujuran dan keberanian
Tentang kemarahan dan kasih sayang
Cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
Sebab ia menenggelamkan kita
Pada angan-angan dan mimpi yang abadi
Dan cintaku padamu
Adalah surga yang tak bisa kumasuki
Jika tanpamu
Ketika cinta tak lagi indah,
Saatnya menelusuri jejak yang terlupa.. #Asma Nadia#

Any relationship that last longer than a breath mint is going to have challenges. But if a relationship doesn't work out, it's usually not because of the challenges. It's usually because the relationship wasn't strong enough to begin with.. #R.Castle#

To the day that we give our best
Along with a good bye and thank you
Let's finish it smiling, that's my little prayer... #Fruits Basket#

 

Senin, 04 Juli 2011

Outbond Story of Pharmacy Crew to Bukit Naang,Bangkinang


Minggu, 3 Juli 2011

Jadi, kronologisnya begini..

Mami kita dalam acara ini, Bu Ina Apt sudah meng-sms jam 6.45 pagi agar jangan telat ngumpul di Induk jam 8 pagi. Kalo bisa, 15 menit sebelumnya sudah ngumpul. Tapi tampaknya, jam yang berlaku adalah jam ceklokan (yang nelat abis), jadilah kami berangkat jam 1/2 9.

Kami berangkat dgn 3 mobil. Mobil 1, berisi ane, Bangun, kak Mimi, Nora, Kak Lia, Bang Deri dan Bang Agus. Mobil 2 berisi Bu Ina, Yoki, Ijah, kak Fir, Abi dan Ari. Mobil 3 berisi Neng, Lesti, Kak Eli War, Agnes, kak Em, Sisil, Andre, dan 1 lagi abang2 yang pake baju item (saya lupa namanya, maafkan saya). Stelah perbekalan lengkap (termasuk kak Eli War yang sudah membawa senjata utk melawan harimau, akibat adanya informasi menyesatkan dari ayahnya Zhivi),berangkatlah kami ke tujuan.

Selama perjalanan, mobil 1 yang dikendarai ala supir Medan (maap2), terdengarlah lagu2 unik, OST Power Ranger, House Music Minang, House Music Batak, disamping lagu2 ajeb2 barat dan Indo. Karaokeanlah kami di jalan, ato ngakak2 denger lirik lagu2 aneh itu (entah darimana lah dapet tu lagu).Untuk mobil 2 & 3, maap saya ga tau keadaan di sana, hehehhe...

Sesampainya di tempat tujuan, Bu Ina lah yang ngurus2 tiket dll. Karena datengnya telat, nyampe skitar jam 1/2 11, kami nunggu giliran 1 1/2 jam utk ronde berikutnya. Slama nunggu, bisa diliat gmana 1 keliling Treetop nya. Tikar di gelar, camilan dihidangkan, Kak Eli War beli nasi bungkus.Kak Mimi dan Bangun yang daripada bengong, ngantri di arena balap (benarkah saya?). Ijah, Yoki, Nora dan Bu Ina, menuju panggung hiburan utk karokean, tp tampak gagal karna pemain musiknya mau istirahat (betul?).Selebihnya, berfoto2 (tolong fotonya segera di upload, Bu ^__^V). Kak EE yang datang kemudian skeluarga, bergabung dgn rombongan.

Setelah menunggu, tibalah giliran kami. Sebelum naik ke pohon2nya, diberi pengarahan dulu oleh petugasnya, supaya aman slama di atas.Naik lah kami. Ngantri, seperti biasa. Flying fox 2 kali, titian tali, tangga, gentong yang digantung, 1 ronde. Ronde berikutnya, ayunan tarzan, titian tali, tangga, flying fox 2 kali juga. Tapi yang ronde 2 ini, lebih tinggi pohonnya. Bener2 uji nyali. Ijah ngeri, bertiup angin kencang pas di atas. Saya ngeri, takut jatuh. Memang uji nyali banget lah. Bisa dianalogikan perjalanan hidup juga tu. Untuk mencapai posisi puncak, banyak rintangan yang harus dilalui.Makin tinggi puncak, makin kencang angin berhembus. Butuh kebulatan tekad menuju posisi akhir,menghadapi ketakutan baik dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan (jd inget, hampir aja td nyerah mau turun sebelum nyampe ke paling atas).Dan kalo kita udah di paling atas, ga ada jalan lain, kecuali turun.Betul?

Selama outbond, tampak ada benih2 cinta yang muncul (ceilee..).. Paling ngga, ada 2 pasang lah yang saya tau. 1 tampak kentara (iya kan Kak Em?hihihihi), yang 1 lagi, mobil 1 yang tau (hahahhaha..pede bener. yg lain tau ga ya?). Bagus2..Saya sangat mendukung!Biar bertambah keluarga kru Farmasi, tul?

Uda puas main, makan, saatnya pulang. Di mobil 1 kembali berputar lagu2 aneh, OST Wiro Sableng,Power Ranger, Minang, Batak, Barat dan Indo. Di jalan, sempat pula dihalangi jalannya oleh sekumpulan kerbau. Sampai di Danau, beli oleh2 khas, Lapek Bugih. Enaaak.. Pulang, mampir dulu ke RSAB ngasi oleh2. Habis itu, kembali ke rumah masing2.

Capek, tapi menyenangkan. Next time kalo diajak lagi, pingin ikut lagi. Yang belum bisa ikut, ato yang ga jadi ikut, ayo, kalo ada acara gini lagi, ikutan ya..rugi kalo ngga.. rasakan sensasinya, hehehehe..

Sekian laporan dari saya, saatnya beristirahat.


Minggu, 17 April 2011

Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami di Belakang Nama Istri

Setelah menikah, terkadang seorang wanita menambahkani namanya belakangnya dengan nama suaminya.

Dan banyak seorang wanita muslimah setelah menikah, lalu menisbatkan namanya dengan nama suaminya, misalkan : Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian ia memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin.



Bagaimana pandangan Islam mengenai perihal penamaan ini ?



Dalam ajaran Islam, Hukum Penamaan adalah hal yang penting.

Setiap laki-laki ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan " nama ayahnya " dibelakang nama dirinya dan mengharamkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya dibelakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama suaminya.

Karena dalam ajaran islam. Nama lelaki dibelakang nama seseorang berarti "keturunan atau anak dari lelaki tersebut. Sehingga, tempat tersebut "hanya boleh" untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya



Berbeda dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.



Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih.



Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam :



مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لاَ يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً



“Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Alloh, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Alloh tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah”

Dikeluarkan oleh Muslim dalam al-Hajj (3327) dan Tirmidzi dalam al-Wala’ wal Habbah bab Ma ja’a fiman tawalla ghoiro mawalihi (2127), Ahmad (616) dari hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu.



Dan dalam riwayat yang lain :



مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ، فَالجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ



“Barang siapa bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.”

Dikeluarkan oleh Bukhori dalam al-Maghozi bab : Ghozwatuth Tho`if (3982), Muslim dalam “al-Iman” (220), Abu Dawud dalam “al-Adab”



Hadist yang juga mendukung hal ini adalah:



لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ – أي نسب - فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ



Artinya: tidaklah seseorang mendakwakan kepada selain ayahnya sedangkan dia mengetahuinya kecuali dia telah kafir, barangsiapa yang mendakwakan kepada suatu kaum sedangkan dia tidak memiliki nasab dari mereka, maka hendaklah dia memesan tempatnya dalam neraka ( Bukhari - 3508 )



اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ) رواه ابن ماجة (2599) وصححه الألباني في صحيح الجامع (6104



Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Barangsiapa yang menisbatkan dirinya kepada selain ayahnya, maka baginya laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya)

HR Ibnu Majah(2599) dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ (6104).



Pemberlakuan yang dibolehkan ialah dengan memberikan suatu keterangan: misalkan Astuti menikah dengan Rahmat, maka silahkan memperkenalkan diri dengan sebutan : Astusti istrinya Rahmat atau hanya dengan Nyonya Rahmat atau Ibu Rahmat.

Hal tersebut diatas tidak berkaitan dengan permasalahan nasab / garis keturunan.

Karena didalam hukum Islam jika Astuti menggabungkan namanya menjadi Astuti Rahmat, hal itu berarti Astuti anak dari laki-laki yang bernama Rahmat.



Tidak kita temukan dalam sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa istri dinisbatkan kepada suaminya, karena para istri Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam yaitu para ibu kaum mukminin menikah dengan manusia yang paling mulia nasabnya namun tidak seorang dari mereka yang dinisbatkan kepada nama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan mereka semua masih dinisbatkan kepada ayah mereka meskipun ayah mereka kafir, demikian pula para istri sahabat radhiallahu anhum dan yang datang setelah mereka tidak pernah mengganti nasab mereka.



Kesimpulannya kita sebagai muslim yang memiliki jati diri, yang taat kepada Allah Ta’alaa hendaklah kita mencontoh apa yang telah diajarka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam



Semoga bermanfaat.

(diambil dari Sajadah Kalbu @ facebook )

Jumat, 15 April 2011

Something Everlasting



Di zaman sekarang, saat teknologi mempersempit jarak, komunikasi menjadi suatu hal yang mudah dan sederhana. Semua tinggal pencet nomor, bisa langsung denger suara, bahkan melihat orangnya langsung. Tidak perlu capek2 menulis surat, kirim ke kantor pos, apalagi nunggu burung merpati pembawa kabar (hehehehe..jadul banget).

Tapi ada seorang teman saya yang lebih memilih berkomunikasi lewat bahasa tulisan. Hal ini menggelitik saya untuk menulis.

Jadi teringat buku novel Can You Keep A Secret (kalau ga salah). Ada adegan tokoh utama wanita, sebut saja Bunga (serasa baca koran kriminal -_-!!) mengunjungi kakeknya. Nah, waktu itu sang kakek diminta oleh ibunya Bunga untuk beberes gudang dan membuang barang-barang yang ga perlu. Tapi apa yang terjadi? Si kakek ga selesai2 kerjaannya karna dia nemu surat2 dari temen2nya. Si Bunga nanya, kenapa ga dibuang aja surat2nya? Sang kakek menjawab : " saat orang2 ini satu per satu meninggal, hanya surat2 ini yang menjadi penghubung dan pengingat kenangan yang ada"

Ada lagi, kali ini dari film Korea, judulnya Summer Whisper. Istri seorang profesor yang berkorespodensi dengan anak didik suaminya. Istrinya ini senang sekali ngirim surat, karna dia suka rasa penasaran waktu menunggu jawaban suratnya. Surat menyurat ini juga dia lakukan waktu suaminya sekolah di Amerika ngambil gelar profesornya. Sang profesor ga tau kalo istrinya tetep nyimpen surat2 mereka, sampe istrinya meninggal. Tersentuh banget ngeliat profesor yg kaku bisa netesin air mata karna baca surat2 yg disimpan istrinya.

Yang paling terkenal dan jadi favorit saya dari tipe cerita tentang surat-menyurat ini adalah novel Daddy Long Legs. Ada yang pernah baca? Klo belum, critanya tentang seorang anak panti asuhan yang dapat beasiswa dari salah satu pendonor panti. Nah, karna uda dikasi beasiswa, sang pendonor mengajukan satu syarat, si anak harus sering mengirimkan surat ke pendonor tersebut. Si anak bisa menceritakan tentang apa pun. Kegiatannya, pemikirannya, apa pun lah. Nah, ini yang menariknya, ada sesuatu yang ga terduga di akhir cerita. Tapi ga akan saya ceritain di sini, hehehehe...

Dan yang real story, ya cerita mami-papi waktu pacaran. Sayang barang bukti surat2nya tidak saya temukan. Cuma tau dari cerita aja,hehehehe...

So, begiulah. Mungkin sekarang sudah ga zaman lagi surat menyurat. Sekarang zamannya e-mail, sms, blog, chat, fb, twitter.. Tp media2 ini bisa tetep membuat kita merasakan sensasi surat. Something everlasting. Bisa dibaca ulang, bikin kita bernostalgia, asal.. disimpan. Secara tidak sadar, saya sendiri suka nyimpen archieve chatting dengan temen2 lama. Ada yg dr temen sd, sampe yang sekarang udah jauh merantau ke luar negeri. Kalo lagi bosen, bisa baca dan ketawa2 sendiri atau bernostalgia. Lumayan juga untuk orang yang salah satu hiburannya adalah dengan membaca.

Bagaimana dengan anda?


thanks to Mr.DhaBu for the inspiration ^__^

Selasa, 11 Januari 2011

Try

cuma pingin nulis lirik lagu aja...






Asher Book : Try

If i walk, would you run?
If i stop, would you come?
If i say you're the one, would you believe me?
If i ask you to stay, would you show me the way?
Tell me what to say so you don't leave me.
The world is catching up to you
While you're running away to chase your dream
It's time for us to make a move cause we are asking one another to change
And maybe i'm not ready

Chorus
But I'll try for your love
I can hide up above
I will try for your love
We've been hiding enough

If i sing you a song, would you sing along?
Or wait till i'm gone, oh how we push and pull
If i give you my heart would you just play the part
Or tell me it's the start of something beautiful.
Am i catching up to you?
While your running away to chase your dreams
It's time for us to face the truth cause we are coming to each other to change
And maybe i'm not ready

Chorus
But I'll try for your love
I can hide up above
I will try for your love
We've been hiding enough

I will try for your love
I can hide up above

huh huhhhhhhhhhhhhhhhhh huh huhhh

If i walk would you run
If i stop would you come
If i say you're the one would you believe me

Kamis, 23 Desember 2010

Resensi "Habibie&Ainun"



“karena kesuksesan yang didapat seorang suami tidak akan lepas dari dukungan dan do’a dari istrinya”..


Kalau Shah Jehan yang seorang maharaja membangun Taj Mahal untuk mengabadikan cintanya kepada sang istri Mumtaz Mahal, maka Pak Habibie melakukannya kepada Bu Ainun dengan cara lain, yaitu menulis buku.


Dalam buku ini, dikisahkan bagaimana Pak Habibie dan Bu Ainun bertemu, kisah pacaran mereka yang singkat dan kemudian menikah. Selanjutnya diceritakan pula episode-episode awal kehidupan pernikahan mereka, masa-masa awal yang sulit di Jerman, perjuangan Pak Habibie menyelesaikan doktoralnya, Pak Habibie bekerja, dipanggil kembali pulang ke Indonesia oleh Pak Harto, menjadi menteri, sampai Presiden. Semuanya tak lepas dari peranan Bu Ainun. Ketika Habibie mengalami masalah dan merasa segala kerja kerasnya sia-sia, Bu Ainun yang memberikan motivasi dan saran sehingga permasalahan Pak Habibie selesai. Karena Bu Ainun adalah ilham bagi Pak Habibie, maka anak pertama mereka diberi nama Ilham.


Setelah anak kedua mereka lahir, Bu Ainun meminta izin untuk bekerja kembali sebagai dokter anak kepada Pak Habibie, dan beliau pun mengizinkan. Tetapi pada saat anak mereka sakit parah, Bu Ainun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga penuh. Beliau merasa bersalah karena mengobati anak orang lain, tetapi anak sendiri tidak dirawat. Walau menjadi ibu rumah tangga, Bu Ainun tetap mengikuti perkembangan karier Pak Habibie, sehingga bisa terus memberi masukan. Apalagi saat sudah kembali ke Indonesia, Habibie diangkat menjadi menteri dan ketua berbagai yayasan sosial, pekerjaan Ainun menjadi semakin banyak. Namun demikian, mereka tetap selalu bersama. Dimana ada Habibie, di situ ada Ainun. Tetapi akhirnya, maut juga yang memisahkan mereka. Habibie terus mendampingi Ainun di rumah sakit selama 2 bulan, dan Ainun meninggal dengan Habibie yang terus berada di sampingnya.


Dari yang dapat saya tangkap di buku ini, betapa Habibie sangat mencintai Ainun, yang selama 48 tahun 10 hari selalu mendampinginya. Walaupun Ainun sudah meninggal, tetapi tatapan mata dan senyuman Ainun selalu terbayang dan dirindukan oleh Habibie. Pasangan ini bisa menjadi contoh, bahwa kesetiaan dan kesabaran serta keteguhan dalam berumah tangga memang sangat diperlukan. Kebersamaan dalam menjalani hidup baik masa senang maupun sulit, komitmen yang dipegang teguh, bisa menjadi acuan bagi pasangan-pasangan saat ini yang digempur dengan pemberitaan ketidakharmonisan rumah tangga public figure yang ditayangkan media hampir setiap hari. Bahwa seorang wanita yang pintar seperti ibu Ainun pun, rela meninggalkan profesinya secara professional demi mendampingi keluarganya. Karena, menjadi ibu rumah tangga tidak akan mengurangi kepintaran dan nilai seorang wanita.


Mungkin karena Habibie seorang ilmuan, professor dan mantan presiden, buku ini agak terlihat seperti laporan. Rinci dan memasukkan pemikiran Habibie tentang ilmu pesawat terbang (yang saya agak tidak mengerti ;P), perkembangan IPTEK dan SDM di Indonesia . Menurut saya, kalau ditambahkan foto di setiap bab perjalanan hidupnya, buku ini bisa lebih hidup. Walaupun begitu, buku ini tetap bisa bikin saya menangis, apalagi di bagian-bagian akhirnya.


Ingin sekali mendapatkan suami yang sangat mencinta seperti Habibie. Ingin sekali menjadi istri yang selalu mendukung dan menjadi ilham bagi suami seperti Ainun.
Semoga.


Judul Buku : Habibie&Ainun
Penulis : Bacharuddin Jusuf Habibie
Penerbit : PT. THC Mandiri

Kamis, 01 April 2010

Resensi “Senandung Cinta Dari Rumah Kayu”



Di tengah maraknya buku yang terbit dengan tema “dodol-dodolan”, buku ini bisa menjadi salah satu penyegar. Sama-sama berasal dari tulisan di blog, tapi catatan-catatan yang mengalirkan cerita sangat inspiratif dan berbahasa sederhana. Settingnya merupakan keluarga kecil, sepasang suami istri, Dee dan Kuti dan anak mereka, Pradipta. Gaya bertutur ceritanya kadang dari pihak pertama (baik Dee, Kuti atau Pradipta) maupun pihak ketiga. Tema yang diangkat pun beragam, ada keluarga, cinta, pergaulan, hukum, relasi suami istri dan anak, bahkan tentang kesehatan juga ada.
Buku ini dibagi menjadi 5 bab, Pintu, Jendela, Atap, Dapur, Kamar. Cerita-ceritanya disesuaikan dengan judul bab, misalnya cerita Tumis Bunga dan Daun Pepaya ada di bab Dapur, cerita Anak Laki-Laki dan Perempuan Sama Saja, Tapi… ada di bab Kamar (dari 2 bab itu, bisa ketebak ga, temanya apa? Hehehe…), cerita Kami Berdua Mencintaimu, Anakku ada di bab Atap (mungkin bab ini maksudnya lebih menekankan pada cinta orangtua-anak ya..). Nah, kalau cerita-cerita di bab Pintu dan Jendela lebih banyak dan beragam daripada 3 bab lainnya. Mungkin Pintu dan Jendela dianalogikan sebagai sarana keluar dan masuknya ilmu serta pandangan terhadap suatu hal.
Membaca buku ini, membuat saya berfikir, “oh, begitu ya..”, “nanti kalau punya suami, begini ah..”, “nanti kalau punya anak, begini ah..”, “iya juga ya..”, “pingin punya suami yang kaya gini..”, “so sweet..” , dll deh.. Kecampur-campur lah emosi pas baca buku ini. Bisa membuat kita berfikir, terharu, maupun tertawa tanpa menjadi “dodol”. Recommended by Dina deh… ^___^
Judul Buku : Senandung Cinta Dari Rumah Kayu
Penulis : Dee dan Kuti
Penerbit : Daunilalang Publishing
Cetakan Pertama : 2010

Kamis, 28 Januari 2010

Happy Ending Person

Sudah beberapa hari tidur pagi, bangun siang, gara-gara nonton Queen Seon Deuk. Sekarang lagi break, setelah maraton 37 dari 62 episode.
Gara-gara udah tau endingnya sedih, jadi udah mulai browsing fanfic yang mungkin bikin cerita happy ending. Eh, ga sengaja malah nemu fanvid yg bagus.

klik

ceritanya bagus, reinkarnasi Bidam n Deokman yang happy end.
Habisnya, klo cerita sad ending tu bikin depresi sih. walo alur critanya bagus, tetep, bikin pesimis di dunia nyata (at least, buat aku).Terkesan naif kah?mungkin. Ga ada salahnya kan, berharap happy ending.
Yap, I love happy ending story..
Yap, I hope someday I get my own happy end..